| Nama*: | Donny |
| Email*: | dcp_trading@yahoo.com |
| Judul Iklan*: | Jual Pupuk Organik |
| Deskripsi Iklan*: | Pupuk Organik Hayati Cair Bio-SAP Sangat baik untuk semua jenis tanaman Memperbaiki struktur tanah dan kualitas tanah Mengandung unsur hara makro dan mikro organik lengkap yang sangat dibutuhkan oleh tanaman serta mencegah serangan penyakit pada akar tanaman (jamur dan bakteri) Meningkatkan hasil dan kualitas produksi tanaman serta menjadikan tanaman lebih sehat sehingga tidak mudah terserang hama dan penyakit Mengefisienkan pemakaian pupuk lainnya Aplikasi Bio-SAP pada tanaman padi: Pra tanam: Setelah tanah diolah dan lahan siap tanam semprotkan larutan Bio-SAP cair secara merata pada lahan. Pada tahap ini dibutuhkan 20 liter Bio-SAP/ha, biarkan selama 1 hari kemudian lahan siap ditanami. Untuk perendaman bibit sebelum tanam, pada tahap ini dibutuhkan Bio-SAP cair 5-10 liter/ha (perendaman bibit minimal 5 menit) 7 hari setelah tanam: Penyemprotan kabut pada daun di pagi/sore hari tiap 8 hari sekali dengan Bio-SAP Powder dengan dosis 3 sendok makan/tangki 14 liter. Pada tahap ini dibutuhkan Bio-SAP Powder 8 kg/ha. Aplikasi Bio-SAP pada palawija dan hortikultura: Pra tanam: Setelah tanah diolah dan lahan siap tanam semprotkan larutan Bio-SAP cair secara merata pada lahan. Pada tahap ini dibutuhkan 25 liter Bio-SAP cair/ha, biarkan selama 1 hari kemudian lahan siap ditanami. Untuk perendaman benih dan bibit sebelum tanam, pada tahap ini dibutuhkan Bio-SAP cair 5-10 liter/ha (perendaman bibit minimal 5 menit) Aplikasi Bio-SAP selanjutnya: Penyemprotan kabut pada daun di pagi/sore hari tiap 8 hari sekali dengan Bio-SAP Powder dengan dosis 3 sendok makan/tangki 14 liter. Pada tahap ini dibutuhkan Bio-SAP Powder 8 kg/ha. Keterangan: Untuk mengencerkan Bio-SAP gunakan air yang tidak mengandung kaporit Jangan melakukan penyemprotan di terik siang hari dan waktu tanaman sedang berbunga. Dilarang keras mencampurkan dengan bahan kimia Cuci bersih tangki penyemprotan sebelum digunakan untuk aplikasi. Harga Cuma : Rp. 25.000,-/liter |
| Web Site: | http://bio-sap.blogspot.com |
| No. Telephone / HP*: | 081331949115 |
Showing posts with label pupuk organik cair. Show all posts
Showing posts with label pupuk organik cair. Show all posts
Saturday, August 6, 2011
IKLAN AGRO: Jual Pupuk Organik
Labels:
bio sap,
iklan,
iklan pupuk,
pasang iklan,
pupuk organik,
pupuk organik cair
Thursday, July 21, 2011
Cara produksi pupuk organik cair (Create of liquid organic fertilizer)
Cara produksi pupuk organik cair
Bahan dan Alat:
- 1 liter bakteri
- 5 kg hijau-hijauan/daun-daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jati, bambu, dan lain-lainnya)
- 0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya
- 1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air
- 30 kg kotoran hewan
- Air secukupnya
- Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat
Cara Pembuatan:
Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam ember.
Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat.
Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka.
Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan siap digunakan. Demikian seterusnya.
Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat.
Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka.
Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan siap digunakan. Demikian seterusnya.
Kegunaan:
Mempercepat pengomposan dari 3-4 bulan menjadi 30-40 hari.
Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot, apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi apabila tanah kurang subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan.
Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan bakteri lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida lainnya seperti tembakau.
Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot, apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi apabila tanah kurang subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan.
Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan bakteri lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida lainnya seperti tembakau.
Create of liquid organic fertilizer
People with vegetable gardens are always looking for ways to give their gardens a boost, especially in the early summer when everything is blooming and greening up. Going organic is very popular and economical as well as one of the best things that can be done for your garden.
Instructions
Things You'll Need
- 1 head of cabbage
- 2 dozen egg shells
- 4 cups of grass clippings
- 2 cups of corn meal
- 2 cups of wood ash
- 1 cup molasses
- 4 gallons of boiling water
- Finely chop the cabbage so that it will break down fast, releasing its minerals and magnesium. Crush the egg shells into a rough powder. The smaller the materials in your organic fertilizer, the faster they will break down.
- Pour the cabbage and egg shells into a 5-gallon bucket. Add the rest of the ingredients. Each of these will add essential elements necessary for plant growth; ashes for calcium and potassium, cornmeal for phosphorus and grass clippings for nitrogen. The molasses will add sugars that encourage microbial growth to decompose everything.
- Pour the boiling water over the ingredients in the bucket. Stir, using a wooden paint stirrer or something similar. It will not be a pretty mixture, but be patient---your plants will be grateful.
- Allow the organic raw fertilizer to "cook" for two weeks so the materials can decompose, releasing the minerals and essential elements. You can stir it up every few days to add a little oxygen to the brew. It is best to keep it in a sunny spot outside.
- Strain off the liquid by either pouring it through a screen into another bucket. Most of the materials will have sunk to the bottom, so you can also ladle it out, using a quart-size container and being careful not to disturb the settled stuff.
- Mix the liquid organic fertilizer in a 1:4 ratio with water on your vegetable plants. Put the solid material on your compost pile.
Labels:
cara produksi pupuk organik cair,
fertilizer,
liquid organic fertilizer,
pupuk,
pupuk organik,
pupuk organik cair
MEMBUAT PESTISIDA ORGANIK
Semakin hari semakin mahal harga pestisida kimia buatan pabrik, maka petani kita mulai membuat alternatif lain dengan membuat pestisida organik. Disamping harganya murah, bahan-bahannya banyak tersedia di sekitar kita. Namun sayangnya kita enggan untuk membuatnya, karena umumnya kita tidak tahu bagaimana cara membuatnya.
Nah berikut ini adalah tips bagaimana cara membuat pestisida organik.
1. Nama Pestisida : NIKORAK (mahoni, tembakau dan daun jarak)
a. Bahan-bahan
- Biji mahoni : 300 gram
- Tembakau : 100 gram
- Daun jarak : 1 kg
- Air : 6 ltr
b. Cara membuatnya
- Biji mahoni digiling/ditumbuk halus.
- Daun jarak dan tembakau direbus dengan air sampai mendidih, angkat dan dinginkan. Campurkan mahoni yang sudah ditumbuk halus aduk hingga rata, kemudian diamkan selama 24 jam, lalu saring.
- Jika larutan ingin disimpan, maka pencampuran dilakukan pada saat akan digunakan.
c. Dosis :
- 30 cc larutan pestisida organic ini bias digunakan untuk satu tangki sprayer (+/- 15 liter).
- Semprotkan ke lahan yang terkena hama pada waktu pagi atau sore hari. Ulangi tiap 4 hari sekali.
d. Sasaran OPT
- Ulat grayak : pada tanaman bawang merah, bawang putih, kedelai, jagung, kacang tanah, kacang panjang, kubis dan sawi
- Ulat penggulung daun dan perusak daun pada tanaman padi.
e. Hasil pencapaian
- Pestisida NIKORAK bersifat racun kontak, dan hama yang terkena secara langsung , tingkat kematiannya tinggi.
- Populasi hama turun drastic dan timbulnya lama
- Keluhan sampingan tidak ditemui, pada waktu setelah penyemprotan.
2. Nama Pestisida : GACASI (gadung, cabe merah dan daun sirih)
a. Bahan-bahan
a. Bahan-bahan
- Gadung : 4 kg
- Cabai merah : 2 ons
- Daun sirih : 2 kg
- Air : 15 ltr
b. Cara membuatnya
- Gadung, cabai dan daun sirih digiling halus dan campurkan dengan rata.
- Tambahkan air, aduk sampai rata dan disaring, air ramuan merupakan induk pestisida.
c. Penggunaan
- 14 liter air dicampur dengan pestisida 250 cc (1 gelas), semprotkan ke lahan pada waktu pagi/sore hari, ulangi 4-5 hari sekali.
d. Sasaran OPT
- Penggerek batang, wereng, walang sangit, thrip, aphia, serangga kecil lainnya.
e. Hasil pencapaian
- Pestisida ini bersifat racun kontak, dan hama yang terkena secara langsung, tingkat kematiannya tinggi.
- Populasi hama turun drastic dan timbulnya lama
- Keluhan sampingan tidak ditemui, pada waktu setelah penyemprotan.
Selamat Mencoba
Location:
Surabaya, Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)